Resensi Novel Hati Suhita
Identitas Buku
- Judul Buku : Hati Suhita.
- Pengarang : Khilma Anis.
- Penerbit : Telaga Aksara.
- Tahun Terbit : 2019.
- Dimensi Buku : 405 Halaman.
Sinopsis Buku
Hati Suhita, novel ini mengisahkan
seorang gadis yang sangat luar biasa yaitu Alina Suhita. Alina adalah seorang
santri yang dijodohkan dengan seorang putera Kyai bernama Gus Biru. Perjodohan
ini sudah dipersiapkan sejak Alin masih MTS. Alina tidak dapat menentang
perjodohan ini karena sejak kecil ia sudah didoktrin bahwa seglanya,
cita-citanya, tujuan hidupnya adalah dipersembahkan untuk Pesantren Al-Anwar,
pesantren mertuanya. Berbeda dengan Alina, Gus Biru sangat menolak perjodohan
ini karena dia seorang aktivis yabg setiap harinya berteriak memperjuangkan
penindasan dan hak asasi, tetapi kini dia malah tidak bisa memperjuangkan masa
depannya sendiri.
Berbulan-bulan lamanya ikatan suci pernikahan telah berjalan, tetapi yang terjadi pada Alina adalah hari-hari suwung, hubungan yang anyep, dan kesedihan yang selalu disembunyikannya. Hati Alina semakin terhantam sat hadirnya orang ketiga dalam rumah tangganya, ialah Ratna Rengganis. Ratna Rengganis adalah teman sesama aktivis Gus Biru yang terlihat dengan Gus Biru. Mereka seperti sudah menjalin hubungan lama tetapi akhirnya sia-sia karena perjodohan antara Biru dengan Alina.
Alina mencoba tabah, kuat menjalani segala cobaan ini. Ia berprinsip bahwa namanya adalah Alina Suhita, Suhita adalah seorang Ratu dari kerajaan Majapahit yang berhasil membangun Candi Sukuh dan Candi Ceta ditepi Gunung Lawu. Aku mewarisi namanya jadi aku harus bisa kuat sepertinya. Hari berganti bulan dan akhirnya Gus Biru dan Rengganis tersadar bahwa mereka tidak akan bisa bersatu lagi. Mereka harus menjalani hidup masing-masing sesuai apa yang sudah Tuhan Takdirkan. Kesabaran Alina pun berbuah manis akhirnya hati Gus Biru luluh padanya, tak ada kesabaran dan pengorbanan yang sia-sia selama ini. Alina sudah yakin bahwa dia sudah menemukan mustika ampalnya, Abu Rihan Al-Biruni. Begitu juga dengan Gus Biru yang sudah yakin bahwa Alina adalah Pengabsah Wangsaannya.
Berbulan-bulan lamanya ikatan suci pernikahan telah berjalan, tetapi yang terjadi pada Alina adalah hari-hari suwung, hubungan yang anyep, dan kesedihan yang selalu disembunyikannya. Hati Alina semakin terhantam sat hadirnya orang ketiga dalam rumah tangganya, ialah Ratna Rengganis. Ratna Rengganis adalah teman sesama aktivis Gus Biru yang terlihat dengan Gus Biru. Mereka seperti sudah menjalin hubungan lama tetapi akhirnya sia-sia karena perjodohan antara Biru dengan Alina.
Alina mencoba tabah, kuat menjalani segala cobaan ini. Ia berprinsip bahwa namanya adalah Alina Suhita, Suhita adalah seorang Ratu dari kerajaan Majapahit yang berhasil membangun Candi Sukuh dan Candi Ceta ditepi Gunung Lawu. Aku mewarisi namanya jadi aku harus bisa kuat sepertinya. Hari berganti bulan dan akhirnya Gus Biru dan Rengganis tersadar bahwa mereka tidak akan bisa bersatu lagi. Mereka harus menjalani hidup masing-masing sesuai apa yang sudah Tuhan Takdirkan. Kesabaran Alina pun berbuah manis akhirnya hati Gus Biru luluh padanya, tak ada kesabaran dan pengorbanan yang sia-sia selama ini. Alina sudah yakin bahwa dia sudah menemukan mustika ampalnya, Abu Rihan Al-Biruni. Begitu juga dengan Gus Biru yang sudah yakin bahwa Alina adalah Pengabsah Wangsaannya.
Kelebihan Buku
Dilihat dari sampul dan judulnya novel ini sangat menarik
untuk dibaca. Banyak keteladanan yang dapat kita ambil dalam novel tersebut,
antara lain tentang kesabran, ketabahan dan pengorbanan yang dilakukan seorang
wanita untuk suaminya.
Kekurangan Buku
Kekurangan buku ini adalah bahasa jawa yang sering digunakan penulis,
sehingga untuk pembaca dari luar jawa agak sulit untuk mencernanya. Selain itu
banyak kosa kata yang hanya dimengerti oleh kalangan pesantren.
Sumber : http://library.uny.ac.id
Sumber : http://library.uny.ac.id

Komentar
Posting Komentar